Menerapkan Atomic Habits Dalam Keseharian

Atomic habits adalah rutinitas sederhana dan mudah untuk dilakukan akan tetapi menjadi salah satu komponen penting dalam pencapaian besar.

Atomic habits sebagaimana dijelaskan oleh James clear, merupakan konsep membentuk kebiasaan yang mendorong perkembangan seseorang secara berkelanjutan. Faktanya ada beberapa perilaku manusia yang seringkali tanpa disadari menjadi suatu sikap yang menghambat perkembangan diri seseorang. Pada dasarnya, perubahan berasal dari rantai pengaruh yang terdiri dari ratusan keputusan atau kebiasaan kecil yang seiring waktu terakumulasi menghasilkan hal yang berdampak besar.

Jika labmate tertarik untuk membangun kebiasaan baru yang berguna untuk mencapai tujuan besar di masa depan maka menerapkan strategi dalam konsep atomic habits dapat dilakukan. Merubah kebiasaan bukanlah suatu perkara mudah, seseorang seringkali menemui berbagai kendala untuk dapat merubah satu kebiasaan lama yang dianggap tidak dapat mendukung pencapaian di masa depan. Oleh karena itu, tips dan trik yang kali ini kami bagikan diharapkan dapat menjadi guideline singkat merancang perubahan perilaku tersebut.

Labmate tentu tahu bahwa membangun kebiasaan baru tentu saja bukan hal yang mudah, kemungkinan perubahan yang dirasakan oleh labmate menjadi semacam culture shock, perasaan tidak nyaman akibat dari perubahan kebiasaan tersebutlah yang seringkali menjadikan labmate gagal dalam membangun kebiasaan baru.

Kritik atas beberapa pendekatan untuk meningkatkan produktivitas biasanya menitikberatkan pada goals atau tujuan, labmate mungkin sering mendengar himbauan untuk “menggantungkan mimpi setinggi mungkin”. Mimpi atau harapan tersebut yang dijadikan sebagai goals atau tujuan. Akan tetapi, tujuan yang terkadang terlalu tinggi melupakan fakta bahwa tujuan besar perlu melalui tahap – tahap yang dalam.

Sebagai contoh, Labmate tertarik untuk membangun kesadaran lingkungan dalam keluarga, alih – alih memulai dengan tujuan besar dari kesadaran lingkungan, labmate dapat memulai dengan menciptakan kebiasaan kecil seperti, menghabiskan makanan, menampung sampah makanan di tempat yang terpisah, menghemat penggunaan air, mengganti kantong belanjaan plastik dengan kantong belanja kain, dll. Nah, bagaimana membuat kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang terus menerus dilakukan tentu saja dibutuhkan strategi. konsep atomic habits menggaris bawahi unsur ketidaknyamanan yang seringkali menyebabkan kita gagal dalam mengubah suatu kebiasaan, sehingga yang ditawarkan oleh konsep atomic habits adalah, melakukan sedikit demi sedikit kebiasaan baru yang nantinya akan menjadi pondasi dari suatu kebiasaan baru.

Sed eleifend ligula vitae ligula euismod porta. Donec in accumsan tellus. Curabitur ullamcorper odio metus, sit amet egestas neque fringilla eget. Nulla facilisi. Cras suscipit massa in diam rutrum, ac pulvinar tellus accumsan. Vestibulum consectetur accumsan eros, quis accumsan eros luctus mollis. Aenean feugiat nisi id diam commodo dapibus.

Aenean ac erat nulla. Phasellus et dolor varius, fermentum nisi quis, blandit nunc. Vestibulum eu feugiat felis. Mauris ut aliquam dui, eget cursus velit. In convallis quam vitae nulla auctor mollis. Nulla sit amet mauris nisi. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Nullam quis eros maximus, fringilla arcu sit amet, consequat purus. Donec dignissim venenatis velit, non scelerisque sapien faucibus quis. Maecenas id urna pulvinar, consectetur nibh ut, sodales ligula. Suspendisse eleifend tellus ac orci dapibus, ac egestas enim imperdiet. Vestibulum interdum ante non nisi dignissim rhoncus. Nunc a sapien massa. Nulla facilisi.

Lalu bagaimana, cara untuk membangun kebiasaan dengan mengimplementasikan konsep atomic habits?

  1. Fokus pada sistem kebiasan dibandingkan tujuan

Labmate mungkin adalah beberapa orang yang telah lama menentukan goals jangka panjang. Apa yang dimaksud dengan mengutamakan fokus pada pembentukan sistem kebiasaan. Seseorang perlu memperhatikan kebiasaan – kebiasaannya, labmate bisa saja membuat tracking list kebiasaan harian, lalu melihat kiranya kebiasaan apa yang tidak mendukung perkembangan anda. Sebagai contoh, jika labmate memiliki goals membangun kesadaran lingkungan. Maka anda dapat memulai salah satunya dengan tidak menyisakan makanan, yang berarti anda menggunakan piring yang kecil ketika makan, mengambil makanan secukupnya.

  1. Bayangkan diri anda menjadi sosok yang Diinginkan

Menentukan role model atau sosok yang ingin diwujudkan dalam diri. Sebagai contoh, anda dapat membayangkan diri anda sebagai seseorang yang berkaitan dengan tujuan anda, misal sosok yang fit dan sehat. Semakin spesifik gambaran akan sosok yang ingin diwujudkan maka akan semakin mudah anda membentuk kebiasaan.

 

  1. Memperhatikan tiga aspek penting menyangkut kebiasaan baru yang akan dibentuk:

l Memastikan sesuatu yang digunakan atau dibutuhkan terlihat jelas, contoh jika labmate ingin mengurangi sampah plastik, maka tempatkan barang – barang substitusi plastik (kantong belanja kain, mempersiapkan sedotan stainless, tempat makan) ditempat yang mudah terjangkau dan terlihat  

l Pastikan respon akan kebutuhan anda adalah aktivitas yang mudah untuk dilakukan. Contoh, jika labmate ingin memulai pola makan sehat, maka anda bisa memilih menu makanan cepat saji yang sesuai dengan pola diet anda, misal membuat sandwich dengan roti gandum utuh, sayuran organik, dan protein yang mudah diakses di sekitar anda.

l Memberikan reward yang memuaskan, misal, jika ingin memulai pola makan sehat maka buatlah makanan sehat yang mudah untuk membuatnya dan anda juga sukai. Anda juga bisa memadukan kebutuhan tersebut dengan keinginan atau aktivitas yang anda sukai misal, setiap kali anda ingin membuat sandwich sehat kesukaan anda, anda bisa sambil mendengarkan musik – musik yang anda sukai atau, anda dapat menikmati sandwich sehat tersebut di lokasi yang membuat anda nyaman atau menikmatinya dengan  minuman kesukaan anda.

Semoga artikel ini mampu memberi inspirasi bagi kita semua. Salam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*