Mengenal Prinsip Keselamatan Kerja Pada Kondisi Bencana Alam Gempa Bumi

Halo labmate, kali ini tim Yucore akan membahas tentang kondisi keselamatan kerja yang perlu diperhatikan oleh labmate saat terjadi gempa bumi. Gempa bumi termasuk ke dalam kondisi darurat.

Beberapa perusahaan biasanya mengklasifikasikan risiko dan pengendalian risiko berdasarkan jenis kegiatannya. Sama halnya dengan gempa bumi, ada beberapa kaidah dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sebaiknya diterapkan. Keadaan darurat mencakup antara lain:

  1. Bencana alam
  2. Demonstrasi
  3. Ledakan
  4. Tumpahan kimia, dll

Di dalam Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja terdapat poin – poin yang secara general membahas tentang pengendalian kondisi – kondisi darurat, akan tetapi tentu saja setiap perusahaan ataupun laboratorium memiliki detail pekerjaan yang berbeda, sehingga perlu dikaji terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh suatu laboratorium, untuk kemudian memetakan bentuk pengendaliannya. 

Yang paling utama harus ditekankan adalah keselamatan tenaga kerja merupakan suatu prioritas, sehingga jika terjadi gempa bumi, labmate harus terlebih dahulu memikirkan tentang keselamatan labmate. Dalam kondisi bencana alam dan keadaan darurat, labmate sebaiknya:

  1. Jangan panik. Bersikap tenang akan membantu labmate mengambil langkah – langkah yang terukur dan logis. Anda juga akan lebih mudah menjalankan prosedur keselamatan dalam kondisi tenang.
  2. Senantiasa perhatikan sistem alarm atau alarm peringatan. Sesaat setelah alarm peringatan aktif, labmate harus menghentikan segala aktivitas yang sedang dilakukan saat itu.
  3. Mengikuti jalur evakuasi. BIasanya, pada saat pertama kali bergabung sebagai teknisi laboratorium, labmate akan diajak berkeliling dan diinfokan mengenai rambu – rambu, serta jalur evakuasi pada saat terjadi kondisi darurat. Info tambahan, jangan menggunakan lift atau elevator listrik saat terjadi bencana alam, karena arus listrik biasanya terganggu saat bencana alam terjadi, atau mungkin saja sistem keamanan yang dirancang oleh perusahaan mengharuskan padamnya beberapa sumber listrik demi keselamatan.
  4. Berkumpul di assembly point. Labmate tentu pernah melihat lambang titik berkumpul atau biasa disebut assembly point. Titik berkumpul seringkali ditempatkan di lokasi terbuka, terlihat jelas, dan mudah diakses dari berbagai penjuru. Dalam kondisi gempa bumi, hindari berada di dalam ruangan. Jika harus berada di dalam ruangan maka cari tempat berlindung, hindari ruangan yang dikelilingi barang pecah belah. 

Pengendalian yang dilakukan saat terjadi bencana tidak terduga biasanya dibagi menjadi dua. Pengendalian yang mencakup meminimalisir risiko terhadap tenaga kerja dan pengendalian risiko terhadap lingkungan kerja. Dalam kondisi bencana alam atau kondisi keadaan darurat. Pengendalian risiko terhadap lingkungan kerja, biasanya berkaitan dengan sistem yang dibentuk oleh perusahaan. Dua komponen yang harus dipenuhi dalam menciptakan sistem pengendalian risiko sebaiknya mencakup dua hal, antara lain tata cara atau kaidah – kaidah keselamatan dan equipment pendukung untuk meminimalisir risiko. Equipment pendukung tersebut dapat meliputi spill kit untuk mengendalikan tumpahan bahan kimia di laboratorium, Exhaust untuk mengalirkan udara mengandung uap hasil aktivitas laboratorium, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengantisipasi ledakan, dll. 

Nah, oleh karena itu, sebagai seorang profesional, labmate tentu saja harus membekali diri dengan pengetahuan mendasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain untuk meningkatkan kapabilitas diri, pengetahuan dasar tentang keselamatan kerja juga dapat membantu labmate menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan dan Kesehatan labmate dalam pekerjaan. Semoga dengan artikel singkat ini, labmate mendapatkan tambahan pengetahuan dan informasi mengenai safety di lingkungan kerja. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*