Sejarah KTT Bumi

Halo labmate, pada artikel sebelumnya kami telah memberikan ulasan mengenai hari lingkungan hidup sedunia. Nah melanjutkan pembahasan mengenai tema tersebut. Kali ini kami akan sedikit bercerita tentang apa yang melatarbelakangi terbentuknya hari lingkungan hidup sedunia. Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (disingkat KTT Bumi) adalah konferensi yang banyak menginduki terceiptanya regulasi, program serta ideas yang berkaitan dengan wawasan kesadaran lingkungan. Salah satu diantaranya adalah protokol Kyoto, konvensi perubahan iklim, deklarasi rio, agenda 21, dll.

KTT bumi pertama kali diadakan di kota Rio de Jenairo, Brazil, pada tanggal 3 Juni 1992. Terdapat 172 negara yang turut serta dalam konferensi tersebut. Indonesia termasuk negara yang meratifikasi protokol Kyoto yang merupakan salah satu hasil dari KTT Bumi. 

Apa saja sih, yang dibahas di dalam KTT Bumi pertama yang diadakan di Rio de Janeiro, Brazil:

  1. Pembahasan tentang dimensi sosial dan ekonomi. Dalam KTT Bumi dibahas mengenai kerja sama internasional untuk mengakselerasi perkembangan berkelanjutan di negara – negara berkembang dan guna serta manfaat pengimplementasiannya ke dalam kebijakan domestik suatu negara.
  2. Pembahasan mengenai konservasi dan manajemen sumber daya untuk pembangunan berwawasan lingkungan. Bagaimana melindungi atmosfir, memerangi deforestasi, pengelolaan ekosistem yang rentan terhadap dampak industri, dan konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan limbah berbahaya. 
  3. Pembahasan mengenai penguatan peran dari negara, organisasi non-pemerintahan, dan tokoh masyarakat dalam pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Melibatkan peran penting perempuan dan petani lokal dalam pembangunan berkelanjutan, merancang program pendidikan lingkungan untuk anak dan remaja, memperkuat peran otoritas lokal dalam mendukung agenda 21, dan merangkul komunitas ilmuwan dalam melakukan riset – riset lingkungan.
  4. Ideas mengenai pemanfaatan energi alternatif untuk mencegah degradasi lingkungan, yang merupakan dampak emisi bahan bakar fosil. Dalam konferensi ini, pertama kali muncul tren pemikiran tentang keinginan untuk menemukan sumber energi terbarukan. kelangkaan air, akses air bersih, dan dampak dari pencemaran limbah industri terhadap kelangkaan air bersih.
  5. Pembahasan mengenai rangkaian pengimplementasian hasil KTT Bumi. Apa saja yang dibutuhkan untuk pengimplementasian hasil dari konferensi  antara lain, sumber dan mekanisme pendanaan untuk menjalankan program edukasi dan pelatihan peningkatan kapasitas pada negara – negara berkembang , bagaimana mempromosikan pendidikan, membuat pelatihan, dan membangun kesadaran publik mengenai lingkungan, melakukan kajian tentang mekanisme dan instrumen hukum internasional yang berkaitan dengan lingkungan. 

Nah, labmate kira – kira beberapa poin di atas merupakan sedikit banyak rangkuman atas apa yang menjadi pembahasan di dalam KTT Bumi. Apa yang melandasi terbentuknya KTT Bumi tentu saja adalah kerisauan akan dampak kerusakan lingkungan. KTT Bumi merupakan salah satu bukti penting perlunya keterlibatan kita semua dalam menjaga lingkungan. Ada banyak kebijakan lanjutan yang lahir dari KTT Bumi pertama, mungkin tanpa kita sadari secara langsung, kebiasaan – kebiasaan kita, atau apa yang sering kita dengar hari ini  tentang pentingnya menjaga lingkungan, bisa jadi berasal dari partisipasi pihak – pihak di dalam KTT Bumi.

Salah satu contoh hasil dari KTT Bumi yang dirasakan oleh generasi muda saat ini, adalah masifnya gerakan untuk mengurangi penggunaan plastik, riset – riset lanjutan untuk teknologi zero carbon emission, dan skema perdagangan karbon, dst.

Labmate, semoga artikel singkat ini dapat menambah informasi dan pengetahuan tentang latar belakang KTT Bumi, apa saja poin – poin penting yang dibahas di dalam KTT Bumi, serta bagaimana implementasi KTT Bumi dalam kehidupan keseharian kita saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*