Minimasi Biaya! Rencanakan Pengadaan Peralatan & Bahan Kimia di Laboratorium Sebelum Membelinya

Laboratorium memiliki peralatan instrumen dan bahan kimia yang sangatlah beragam jumlah, variasi dan jenisnya.

Sebelum melakukan pengajuan pengadaan peralatan di laboratorium tentunya perlu proses perencanaan yang matang agar kedepannya tidak terjadi pemborosan biaya, sumber daya, serta sasaran mutu dari laboratorium dapat tercapai dengan baik.

Berikut akan dijelaskan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan labmate agar proses pengajuan kebutuhan di laboratorium dapat berjalan dengan baik dan dapat dengan mudah disetujui oleh pihak manajemen.

1. Perencanaan

Pada proses perencanaan lakukanlah analisis kebutuhan peralatan laboratorium sesuai dengan ruang lingkup pengujian. Peralatan dan bahan kimia yang diajukan perlu disesuaikan dengan jenis sampel dan jenis ruang lingkup pengujian. Apabila laboratorium menghendaki mengadakan penambahan ruang lingkup pengujian, susun dan rencanakan pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, beserta besarnya anggaran untuk setiap parameter uji.

2. Pengecakan jumlah stok dan kondisi peraltan yang ada

Sebelum melakukan pembelian, cek kondisi peralatan dan stok bahan kimia yang digunakan. Agar tidak terjadi pemborosan biaya, pencemaran atau kecelakaan kerja akibat penumpukan jumlah stok bahan.

Lakukanlah pengawasan rutin untuk setiap pemakaian alat & bahan di laboratorium dengan cara:

  • Dokumentasikan penggunaan alat dan instrument secara berkala, hal ini digunakan untuk mengontrol kondisi alat, kapan harus dilakukan kalibrasi, maintenance (perbaikan) atau pembelian peralatan baru
  • Lakukan pencatatan jumlah stok bahan kimia untuk mengetahui stok bahan kimia yang perlu dibeli dan trend jumlah pemakaian untuk pengajuan selanjutnya.’

Mengelola dan melakukan pencatatan berbagai jenis peralatan dan bahan kimia tentunya adalah hal yang merepotkan dan membutuhkan banyak waktu apalagi ketika sampel di lab sedang menumpuk. seringkali labmate gak sadar kalo stok bahan kimia sudah menipis atau peralatan sudah waktunya dikalibrasi. Padahal beban sampel lagi banyak-banyaknya dan butuhkan hasil pengujian yang cepat. Tentunya hal ini kerap kali terjadi bagi labmate yang bekerja di laboratorium?

Tenang saja, kini dokumentasi kondisi peralatan, dan stok bahan kimia dapat dikelola dengan mudah menggunakan fitur Manajemen inventory laboratory dari GELIS.

GELIS adalah sebuah LIMS (Laboratory Information Manajemen System) yang mampu melakukan control jumlah stok bahan, dan kondisi peralatan sehingga dapat memberikan peringatan pada personel lab kapan harus kalibrasi, maintenance peralatan maupun melakukan kaji ulang permintaan tender sesuai dengan jumlah bahan kimia dan kondisi peralatan yang ada. Apa saja yang dapat dilakukan GELIS untuk membantu pekerjaan labmate di laboratorium?

3. Penentuan spesifikasi teknis peralatan dan bahan

Peralatan dan bahan kimia di laboratorium tentunya sangatlah beragam jenis dan mereknya. Sebelum memilih pemasok yang tepat, maka hal yang penting untuk dilakukan adalah mengetahui jenis spesifikasi teknis dan peralatan sesuai dengan parameter pengujian di laboratorium. Untuk pengujian menggunakan instrument dengan sensitivitas tinggi, gunakanlah bahan kimia dengan kemurnian yang tinggi (pro analisis), sedangkan untuk proses pembersihan ataupun pengujian kuantitatif dapat menggunakan bahan kimia teknis.

Pemilihan jenis instrument juga perlu disesuaikan dengan ruang lingkup pengujian dilaboratorium, nilai limit deteksi instrument yang akan dibeli haruslah lebih rendah dari nilai baku mutu lingkungan yang digunakan untuk pengujian di laboratorium.

Syaratnya :

10 x LDI < Nilai BML

Keterangan :

LDI (Limit Deteksi Instrument)

BML (Baku Mutu Lingkungan)

4. Pemilihan pemasok/supplier yang kompeten

Dalam memilih supplier yang tepat untuk peralatan dan bahn kimia di laboratorium, perhatikanlah track record dari perusahaan dan layanan yang diberikan.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelih pemasok yang tepat di laboratorium :

  1. Jaminan mutu peralatan dan bahan kimia yang dibeli, seperti garansi instrument, COA bahan kimia, dll
  2. Ketersediaan suku cadang
  3. Ketepatan waktu pengiriman
  4. Penanganan pengaduan
  5. Layanan after sales
  6. Adakah pemasok mampu melakukan maintenance secara rutin maupun apabila terjadi kerusakan

Demikianlah artikel mengenai Pengadaan Peralatan Laboratorium, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi labmate yang hendak mengajukan pengadaan peralatan dan bahan kimia di laboratorium. Labmate juga bisa menonton video mengenai Pengadaan Peralatan Laboratorium yang disampaikan oleh Bapak Anwar Hadi pada video di bawah ini.

Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*