Kontaminasi Senyawa Karsinogen, ada di Produk Sunscreen Favoritmu

Pada 29/7/2022, sebuah siaran pers menyatakan Brand Sunscreen terkenal asal Amerika, Banana boat mengumumkan adanya penarikan produk Sunscreen terdiri dari Banana Boat Sunscreen Spray SPF 30 & Banana Boat Hair & Scalp yang terdeteksi adanya senyawa karsinogen, benzena di dalamnya.

Hal ini disebabkan karna tabir surya yang diproduksi di Amerika Serikat tersebut terdeteksi adanya senyawa karsinogen, benzena di dalamnya.

Source: https://id.theasianparent.com/sunscreen-banana-boat-ditarik

Lalu apakah bahaya paparan benzena pada manusia? Dan bagaimanakah bisa senyawa benzena tersebut dapat terkandung dalam produk terkenal yang beredar di Amerika Serikat? Simak penjelasannya pada artikel di bawah ini.

Apa itu Benzena?

Benzena adalah senyawa hidrokarbon aromatis rantai tertutup (siklik) paling sederhana dengan dengan rumus molekul C6H6. Senyawa ini tidak berwarna mudah menguap dan mudah terbakar.

Turunan benzene biasanya digunakan pada beberapa industri seperti bahan pembuatan plastik, bahan peledak, tinta, zat pewarna, karet sintetik, dan nilon.

Bahaya Benzena

Menurut IARC (International Agency for Research on Cancer) benzena merupakan senyawa dengan grup kategori 1 karsinogenik pada manusia. Benzena dapat merusak struktur DNA, sehingga terjadi kerusakan sel dan menyebabkan kanker terjadi.

Dalam pedoman kualitas udaranya, Organisasi WHO, menyatakan bahwa “Benzena merupakan senyawa karsinogen dan tidak ada tingkat paparan aman yang mampu direkomendasi bagi manusia”.

Nilai Ambang Batas (NAB) untuk Benzena menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. 13/MEN/X/2011 Tahun 2011 adalah sebesar 0,5 ppm, sedangkan PSD (Paparan Singkat Diperkenankan) adalah 2,5 ppm(Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2011). Nilai Threshold Limit Value (TLV) Benzena yang diberikan oleh ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienists) adalah 0,5 ppm (TWA) dengan nilai Short Exposure Limit ( STEL) sebesar 2,5 ppm.

Disadari atau tidak, senyawa benzena terdapat dalam berbagai kehidupan sehari-hari kita baik secara alami maupun sintetis. Secara alamiah, kandungan Benzena terdapat di udara yang kita hirup, bisa berasal dari emisi gas gunung berapi, kebakaran hutan, asap rokok, juga uap minyak bumi.

Secara sintesis, benzene banyak dimanfaatkan untuk tambahan pembuatan plastik, serat sintesis, pewarna pestisida dan lem., juga digunakan sebagai tambahan untuk meningkatkan nilai oktan pada bensin.  Hal ini menyebabkan bebrapa pekerja di Industri tersebut memiliki risiko paparan benzene yang sangat tinggi dibanding dengan yang lainnya. Paparan akut dari menghirup benzena dapat menyebabkan risiko asfiksia normal dan depresi sistem saraf pusat, selain itu benzena juga dapat diserap melalui kulit atau saluran pencernaan.

Paparan kronis Benzena dapat menyebabkan leukemia dan kelainan darah.

Kontaminasi Benzena pada Produk Kecantikan

Studi yang dilakukan oleh Vensile, perusahan penyedia layanan analisis farmasi di Amerika, mengungkapkan bahwa ditemukannya 78 produk personal care yang terdiri dari produk sunscreen, dan after sun care product.

Dalam analisis yang dilakukan oleh Valisure, menggunakan instrument kromatografi dan spektrometri massa, benzena muncul pada kadar 2,78-6,26 ppm dalam 14 sampel tabir surya dan after sun care product. 26 sampel lainnya memiliki kadar antara 0,11 dan 1,99 ppm, dan 38 sampel lainnya menunjukkan kadar benzena < 0,1 ppm.

Di beberapa negara, seperti Amerika penggunaan Benzena telah dilarang pada berbagai industri karena toksisitasnya yang sangat tinggi. Sehingga, jelas tidak mungkin perusahaan tersebut sengaja menambahkan kandungan benzene dalam produk tabir surya mereka. Lalu darimanakah bisa kontaminasi benzene muncul?

Penyebab Kontaminasi Benzena

Belum dapat diketahui dengan pasti darimanakah kontaminasi dapat muncul dari berbagai produk sunscreen yang dianalisis oleh Vensile, akan tetapi berdasarkan ulasan yang dipublish oleh Chemical & Engineering News, benzena digunakan untuk menghasilkan beberapa pengental berbasis minyak bumi yang disebut karbomer. Carbomer merupakan senyawa yang umum digunakan pada industri kosmetik dan farmasi karena kemampuannya dalam menyerap air dan membentuk gel yang stabil sehingga tidak mudah menguap.

Selain itu kontaminasi lainnya dari keberadaan benzene dapat juga disebabkan karena kandungan ethanol.. Hal ini didukung dengan analisa yang dikeluarkan oleh Valisure dimana ethanol merupakan kandungan pada produk pertama di mana Valisure menemukan keberadaan benzena. Di tahun dimana Pandemi Covid-19 terjadi permintaan akan handsanitizer mengalami peningkatan. Hal ini mengakibatkan berbagai pabrik yang awalnya tidak memproduksi ethanol makin makrak bermunculan. Sebagian besar etanol yang masuk ke pembersih dialihkan dari etanol yang diproduksi untuk bahan bakar, jadi benzena mungkin masuk melalui kontaminasi silang dari bejana reaksi atau peralatan transportasi. Padahal semestinya ethanol yang digunakan untuk kebutuhan handsanitizer haruslah dengan grade farmasi dan harus dilakukan menggunakan prinsip Good Manufacturing Practice.

FDA (Food and Drug Administratiin) sendiri telah mengatur kanungan minimal dalam obat-obatan yang tidak dapat dibuat tanpa menggunakannya ialah sebesar 2.000 ppb. Sedangkan pada zat yang tidak sepenuhnya membutuhkan benzena untuk diproduksi, telah dilarang digunakan di Amerika Serikat.

Kesimpulan

Banyaknya penelitian mengenai ditemukannya kandungan Benzena pada produk sunscreen dan produk personal care mengindikaiskan tingginya potensi kontaminan benzene pada berbagai produk personal care, maka perlu adanya regulasi yang mengatur kandungan benzene pada personal care. Sehingga memungkinkan adanya pengujian kandungan benzene pada berabagi produk kosmetik sebelum beredar di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*