Transformasi Digital Bisnis, Bagaimanakah Prosesnya?

Teknologi informasi telah berkembang pesat dalam kurun waktu satu dekade ini. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada beberapa tahun ini telah mempercepat terjadinya revolusi industri 4.0. Bagaimana tidak, selama kurang lebih 2 tahun kebelakang, segala aktivitas dan gaya bekerja manusia sedikit demi sedikit mulai mengalami perubahan, interaksi yang semula dilakukan secara tatap muka, telah digantikan dengan online meeting teleconference, webinar hingga pekerjaan pun dilakukan dari jarak jauh atau istilahnya Work From Anywhere (WFA). Perubahan gaya bekerja akibat pandemi tersebut telah menghadirkan pertumbuhan digital ekonomi di Indonesia.

Menurut Dewan Teknologi dan Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) ekonomi digital telah mengalami pertumbuhan sebesar 11% di tahun 2020. Pertumbuhan tersebut membuat ekonomi digital memberikan kontribusi sebesar Rp. 619 triliun bagi perekonomian Indonesia. Data dari Kominfo, pertumbuhan ekonomi di sektor informasi dan komunikasi tersebut juga tak henti-hentinya mengalami peningkatan hingga 8% pada tahun 2021. Perkembangan tersebut mnjadikan ekonomi digital berkontribusi sebesar Rp. 619 triliun bagi perekonomian Indonesia. Bahkan, akan terus meningkat pada tahun 2025 hingga diperkirakan mencapai $124 Milyar. Sudah dapat diprediksikan, bahwa dalam kurun waktu satu atau dua dekade kedepan, ekonomi digital akan berkembang lebih luas. Semua sektor ekonomi di seluruh wilayah akan terdigitalisasi. Maka dari itulah berbagai lini bisnis yang ada harus mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan yang ada untuk memulai langkah dalam bertransformasi secara digital jika ingin bertahan serta bertumbuh menjadi bisnis yang sustain.

Sejalan dengan hal tersebut, berbagai trend terkait teknologi informasi yang mendukung revolusi industri 4.0 dan society 5.0 seperti, big data, Internet of Things (IoT), cloud system, block chain mulai banyak bermunculan. Berbagai startup teknologi mulai turut eksis memberikan solusi bagi industri untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan dan mentransformasi proses bisnisnya menjadi digital. Akan tetapi sebelum lebih lanjut berbicara mengenai bagaimana transformasi digital dapat diterapkan bagi sebuah bisnis, ada baiknya kita menyamakan persepsi terlebih dahulu apa itu transformasi digital? Apakah sekadar mengubah dokumen kertas menjadi digital, sebuah bisnis bisa disebut telah bertransformasi secara digital?

Kenyataannya transformasi digital bagi sebuah bisnis tidak sesimple mengubah pencatatan paper based menjadi bentuk digital saja ataupun mengubah jara kerja Work From Office (WFO) jadi Work From Anywhere (WFA). Bisnis yang bertumbuh secara digital setidaknya akan melewati 3 tahap berikut yaitu :

Digitisasi -> Digitalisasi -> Transformasi Digital

Apa itu digitisasi, digitalisasi dan Transformasi Digital??

Digitisasi

Digitisasi (digitization) adalah proses konversi informasi bisnis dari bentuk konvensional (non-digital atau analog) ke bentuk digital, sebagai contoh pencatatan tertulis dalam kertas dijadikan dokumen elektronik berupa word, excel, pdf dan lain-lain.

Digitalisasi

Digitalisasi merupakan perubahan proses bisnis yang melibatkan penggunaan teknologi dan data digital untuk menciptkan peluang baru serta meningkatkan proses bisnis menjadi lebih efisien, produktif, dan menguntungkan. Sebagai contoh ialah penggunaan cloud seperti google drive, google doc, spreed sheet atau sejenisnya agar tiap karyawan dapat mengakses informasi dan mengedit data bersamaan secara online tanpa perlu repot-repot mentransfer file, mengunduh atau menguploadnya.

Transformasi Digital

Transformasi digital (digital transformation) adalah perubahan berbagai aspek bisnis mulai dari model bisnis, aktivitas bahkan culture karyawannya hingga pada customer experience dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mampu meningkatkan kepuasan pelanggan, mengelola resiko dan menemukan peluang bisnis baru.

Salah satu contoh dari transformasi digital ialah penggunaan software sistemen manajemen data seperti oracle, SQL atau dalam skala bisnis laboratorium yaitu penggunaan LIMS (Laboratory Information Management System) seperti GELIS yang dapat mengotomatisasikan berbagai proses di laboratorium uji mulai dari sampling, pengujian, quality control hingga penerbitan sertifikat hasil uji dapat terintegrasi secara online. Pelajari mengenai software GELIS di sini.

Baik digitasi, digitalisasi dan transformasi digital adalah tiga tahapan yang perlu dilalui oleh bisnis untuk bisa terus eksis dan mampu beradaptasi dalam era disrupsi teknologi saat ini. Penerapan transformasi digital bagi sebuah bisnis bukan hanya tentang memanfaatkan teknologi akan tetapi dibutuhkan umber daya manusia, teknologi, dan strategi bisnis saling bersinergi untuk menghasilkan bisnis yang lebih baik. Sehinggam proses dalam ‘mentransformasi bisnis secara digital’ yang sukses membutuhkan tahap digitisasi dan digitalisasi yang berhasil agar benar-benar berhasil menjadikan bisnis terus sustain.

One Reply to “Transformasi Digital Bisnis, Bagaimanakah Prosesnya?”

  1. Posting yang bagus, saya telah membagikannya dengan teman-teman saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*