Semua Orang Bisa Menjaga Lingkungan

Halo, Labmate

Mungkin sejak kecil kita selalu diceritakan tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Laut yang penuh keanekaragaman hayatinya, terumbu karang dengan pesona warna warninya yang cantik, dan hutan yang terbentang amat luas dengan segala macam isinya yang menakjubkan. 

Raja Ampat

Selain indah, hutan Indonesia juga menjadi tempat bernaung bagi banyak masyarakat. Mulai dari mereka yang memanfaatkan hasil hutan sebagai mata pencaharian, sampai masyarakat adat yang menjadikan hutan sebagai tempat tinggal dan warisan budaya. Hutan pun menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman obat. Tuhan memberikan hutan kepada kita dengan berbagai manfaatnya.

Semuanya adalah fakta, setidaknya hingga beberapa waktu ke belakang.

Jika anda sedang memiliki waktu luang, coba googling dan ketikkan “Hutan Indonesia” lalu temukan apa yang tercatat disana. Bukan lagi berita tentang keindahan hutan Indonesia sayangnya, tapi justru berita yang tersiar adalah tentang hutan Indonesia yang semakin lama semakin menghilang. 

Hutan Indonesia

Selama hampir 76 tahun Indonesia merdeka, Indonesia sudah kehilangan lebih dari 23 juta hektare hutannya atau setara dengan 75 kali luas Provinsi Yogyakarta! Sebuah angka yang luar biasa mengejutkan dan yang lebih mengerikannya adalah angka tersebut terus bertambah di setiap menitnya. Itu baru hanya pada masalah hutan, tentu sejak dulu kita sering mendengar bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahari yang luar biasa berlimpah. Nenek moyang kita seorang pelaut namun ironisnya laut kita justru rusak. 

Pada 2018, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat, di setiap tahunnya,  sedikitnya sebanyak 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai hingga bermuara di lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 sampah plastik mengapung bebas di setiap kilometer persegi tiap tahunnya. Fakta tersebut menasbihkan Indonesia menjadi negara di urutan nomer 2 dunia dengan penghasil sampah plastik terbanyak di lautan. 

Jika kita bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi kerusakan pada alam? Jawaban sederhananya ada pada memulai untuk mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai seperti, menggunakan plastik saat berbelanja atau sekadar tidak memakai sedotan plastik saat jajan es kopi susu kesukaan. 

Terdapat fenomena menarik yang kini sedang marak di kalangan anak muda dengan secara sadar maupun tidak sadar ternyata  telah membantu mengurangi sampah yang berdampak pada lingkungan, yaitu belanja barang bekas maupun pakaian bekas yang umum dikenal dengan Thrift Shop. Thrift Shop sedang menjadi tren di kalangan segala usia di Indonesia dalam satu atau dua tahun ke belakangan. 

Thrift Shop

Thrift Shop yang secara terminologi adalah kegiatan berbelanja barang bekas yang menjadi trend di kalangan anak muda. Banyak alasan ketika memutuskan untuk berbelanja barang bekas, antara lain mendapat barang dengan brand ternama dengan harga relatif murah. Merk ternama dengan harga adalah alasan kebanyakan orang, namun ternyata dengan membeli barang bekas pakai, itu membuat umur penggunaan barang tersebut menjadi panjang dan hasilnya adalah pengurangan jumlah limbah pakaian yang diproduksi. Ini merupakan sebuah tren yang sangat layak untuk terus dipertahankan keberlangsungannya. Selain itu juga, karena ada pandemi covid-19 yang memaksa kita untuk lebih sering dirumah, ternyata melahirkan tren yang juga tidak kalah menarik yaitu, menanam di rumah sendiri dengan lahan yang terbatas. Jenis tanaman yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman hias, hingga yang dijadikan makanan sehari-hari seperti sayur mayur buah-buahan. 

Banyak cara untuk menjaga alam tetap lestari dan juga tidak mengharuskan orang-orang memiliki keterampilan khusus, semua orang mampu melakukannya. Apapun pekerjaan yang dipilih, hari ini maupun nanti, nyatanya kita bisa berkontribusi untuk pelestarian alam. 

Mari kita jaga kelestarian alam dengan melakukan hal-hal yang sederhana dalam keseharian. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*